Saatnya eXpresikan Diri Dengan WebBlog – Segala info class disini rek – Posting2 IT terbaru – Berita IT Pilihan

LAS VEGAS, KOMPAS.com – Microsoft memastikan bahwa Kinect akan tersedia untuk Windows PC mulai bulan depan. Perangkat dengan sensor gerak tersebut selama ini hanya resmi tersedia sebagai perangkat pendukung konsol game XBox meskipun banyak hacker yang telah merekayasa agar dapat dimanfaatkan di PC.

“Kinect akan hadir untuk Windows pada 1 Februari atau hanya dalam waktu beberapa minggu lagi,” kata CEO Microsoft Steve Ballmer saat menyampaikan keynote di Consumer Electronics Show (CES) 2012, Senin (9/1/2011) malam di Las Vegas, AS.

Ia mengatakan, Kinect kini telah dikembangkan lebih luas agar dapat digunakan untuk aplikasi yang lebih luas tidak hanya sekadar bermain game. Ballmer meyakini Kinect akan merevolusi bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, dan sebagainya.

Untuk mendorong pemanfaatan Kinect di berbagai sektor, Microsoft telah menggandeng sejumlah perusahaan seperti United Health Group, Toyota, Telefonica, Mattel, American Express, Siemens, Unilever, dan lebih banyak lagi perusahaan lainnya.

Kerja sama tersebut untuk mengembangkan aplikasi Kinect di Windows untuk berbagai keperluan sesuai bidang industri.

Di bidang pendidikan, Microsoft mendemokan pemanfaatan Kinect untuk mendukung edukasi lewat tayangan Sesame Street. Dengan aplikasi Kinect, anak-anak tidak cuma menonton video Sesame Street, namun dapat berinteraksi dengan karakter di layar TV.

Misalnya seolah-olah melemparkan barang ke karakter di dalam TV. Dalam video yang dipresentasikan, Kinect juga dimanfaatkan untuk bermain musik secara virtual, belajar bongkar pasang mesin, membantu guru mengajar di kelas, dan berolahraga.

Toko Operating Sistem

Online Store Operating System…

Silahkan kunjungi dan pilih-pllih sesuka Anda.

“Pilih Suka-Suka” hanya di www.Genux-Plus.com

Kodak

Rochester, New York – Gagap beradaptasi dengan kehadiran kamera digital, sang pionir di dunia fotografi Kodak akhirnya gulung tikar. Ironisnya, mereka sebenarnya sudah menciptakan kamera digital berpuluh tahun lalu.


Kehadiran teknologi digital memang menjadi pembunuh perusahaan yang sudah berusia 132 tahun ini. Melihat bahwa sebenarnya mereka memiliki kesempatan besar untuk terus berjaya, rasanya patut disayangkan.

Kala itu di tahun 1975, Kodak sudah menciptakan kamera digital. Kamera ini mampu menangkap gambar hitam putih dalam resolusi 10.000 piksel.

Sayang, ketakutan akan kanibalisasi membuat penemuan mereka itu tidak ditindaklanjuti. “Mengapa kita harus mengkanibalisasi diri kita sendiri?” demikian anggapan yang dilontarkan oleh pihak manajemen seperti dilansir Thesundaily, Jumat (20/1/2012).

Pun juga, di tahun 1992, permintaan mantan Vice President Don Strickland untuk merilis kamera digital juga tidak mendapat ijin.

Ketakutan akan ‘memakan’ produk sendiri ini akhirnya malah menyebabkan pendatang baru menghajar Kodak. Di akhir tahun 90-an kamera digital dari berbagai vendor mulai meledak, sedang Kodak sendiri masih berjalan di tempat.

Ketika sadar akan kesalahan yang dibuatnya dan mulai berbenah diri, terlambat sudah bagi perusahaan yang bermarkas Rochester, New York ini. Mereka pun harus mengejar ketertinggalannya namun kini diketahui, usaha tersebut gagal. Kiprah ratusan tahun legenda di dunia fotografi kini harus ditutup selamanya.

 

Santi Dwi Jayanti – detikinet

Jakarta – Onno W. Purbo jelas bukan sosok yang asing di dunia teknologi informasi Indonesia. Pria yang akrab disapa Kang Onno ini telah lama berkecimpung dalam pengembangan TI Tanah Air.

Saking populernya, bahkan tak sedikit yang menyuarakan Onno layak memegang jabatan Menkominfo. Namun apakah Onno mau? Jawabannya tidak!

“Malas, jadi menteri urusannya harus ngikutin partai, harus setoran dan sebagainya. Mendingan jadi rakyat, urusannya jelas,” tukasnya sambil tergelak kala ditemui di rumahnya di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Mantan Dosen Institut Teknologi Bandung ini memang memiliki rekam jejak yang cukup cemerlang dalam perkembangan TI di Indonesia. Ia menyumbangkan pemikiran dalam berbagai program seperti RT/RW Net, wajanbolic sampai yang terakhir Open BTS.

Ia terlibat pula dalam pembebasan frekuensi 2,4 GHz sehingga diizinkan Kominfo pada tahun 2005 untuk bebas digunakan oleh publik. Kata Onno, butuh waktu 12 tahun untuk memperjuangkannya. Perjuangan ini mendapat pengakuan di World Summit on Information Society (WSIS).

Apa kira-kira misi hidup Onno? Ia mengungkapkan bahwa hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Tidak perlu jabatan atau harta yang melimpah, yang penting berguna bagi sesama.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, soal kekayaan atau jadi menteri tidak ada urusan. Pokoknya selama bermanfaat, dia semakin tinggi. Kalau ilmunya tinggi tapi tidak bermanfaat, maka nilainya turun,” tutur Onno.

‘Nilai seseorang tidak di tentukan oleh harta, kekayaan, pangkat, jabatan, gelar, tapi oleh berapa besar, banyak umat yang mendapat manfaat’. Itulah prinsip hidup Onno.

Intinya, bapak yang tengah gemar gowes ini ingin bermanfaat dengan memintarkan orang. Tak pelak, misi hidup yang dipegangnya itu pun sering membuat Onno untuk berkeliling ke berbagai daerah dan negara untuk berbagi ilmu IT.

“Masyarakat kita sebenarnya sudah pintar-pintar, tapi harus dibikin lebih pintar lagi,” ucap lelaki lulusan strata 3 dari Waterloo University di Kanada ini.

Onno pun melihat pemerintah dalam hal ini Kominfo yang membidangi ICT belum berbuat maksimal. Pekerjaan mereka dianggap baru sebatas proyek pengadaan barang, namun bukan dalam pemberdayaan masyarakat. Misalnya dalam proyek internet masuk desa, fasilitas barangnya memang ada tapi masyarakat kurang diberdayakan untuk memakainya.

“Kesalahan fatal Kominfo, urusannya pengadaan dan regulasi, tapi pemberdayaan masyarakat kurang sekali. Pola pikirnya jangan melihat bangsa ini sebagai konsumen atau user. Tolong dilihat sebagai manusia. Manusia perlu dipinterin, itu yang akan mengubah bangsa ini,” tegasnya.

Sampai saat ini, Onno aktif berkeliling untuk menyebar ilmu. Secara rutin, ia diundang pula untuk mengajar ke berbagai negara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam sampai Myanmar. Ia juga giat aktif menulis buku. Buku terakhirnya yang sedang digarap adalah tentang teknologi Open BTS.

“Sekitar seratus halaman saja, kalau tebal-tebal nanti harganya kemahalan. Jadi harus disiasatin,” pungkasnya

Fino Yurio Kristo – detikinet.

 

Washington, AS – Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) mengembangkan ponsel yang diklaim bisa bertahan selama 15 tahun hanya dengan satu baterai jenis AA. SpareOne, demikian nama ponsel tersebut, dirancang sebagai handset yang menjadi back up dalam keadaaan darurat.

“Ini adalah satu-satunya telepon seluler di dunia yang didayai hanya satu baterai AA,” klaim Alam Cymberknoh, Project Director SpareOne di XPAL Power, dikutip dari Cellular-news, Jumat (20/1/2012).

Ditambahkannya, terobosan teknologi SpareOne memungkinkan membantu di kala situasi darurat yang memerlukan respons cepat. Waktu bicara SpareOne mencapai 10 jam dan bisa terus menyala hingga 15 tahun jika tidak digunakan.

Jangan harap ada fitur canggih di dalamnya. Ponsel ini hanya memiliki fitur standar dan memang dikhususkan fungsinya hanya untuk menghubungi seseorang. Menggunakan baterai AA Lithium Energizer dan dilengkapi micro SIM card, SpareOne segera tersedia di AS dengan banderol USD 49,99 atau sekitar Rp 400 ribuan.

Jakarta – Setelah menarik sekitar 1.200 karyawan operator seluler XL Axiata, Huawei akan semakin melebarkan sayap bisnisnya. Salah satunya dengan membuka divisi baru khusus untuk menangani jaringan.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Huawei Tech Investment telah mendapatkan ribuan karyawan baru dari XL. Hal ini merupakan buntut dari perjanjian kerja sama pengelolaan jaringan telekomunikasi dari kedua perusahaan tersebut.

Bukan tanpa alasan, namun Huawei mengklaim memiliki rencana besar di balik perjanjian itu. “Ribuan karyawan XL yang sekarang di Huawei itu akan masuk ke dalam divisi baru yang khusus menangani services,” kata Yunny Christine, Corporate Communication Manager Huawei Indonesia.

Perjanjian antara XL dengan Huawei akan berlangsung selama 7 tahun. Nah, setelah itu bagaimana nasib karyawan yang dipindahkan?

“Industri telekomunikasi Indonesia kan sangat dinamis, jadi ke depannya divisi tersebut pasti akan lebih besar,” tambah Yunny, di Penang Bistro, Rabu (18/1/2012).

Dengan bergabungnya ribuan karyawan XL tersebut, hingga saat ini total karyawan Huawei di Indonesia sudah mencapai lebih dari 3.000 orang.

Seperti diketahui, XL baru saja menunjuk Huawei sebagai partner pengelolaan jaringan telekomunikasi mereka untuk jangka waktu 7 tahun ke depan, terhitung sejak April 2012 hingga April 2019.

Di dalam kerjasama Managed Network Services jangka panjang tersebut juga akan disertai dengan pengalihan sekitar 1.200 karyawan XL menjadi karyawan Huawei.

“Karyawan yang dialihkan bagiannya field operation dan network operation. Kita serahkan ke pihak yang lebih ahli dan kompeten karena pengelolaanya kan disepakati dipindah ke Huawei mulai April 2012,” jelas Manager Corporate Communication XL Henry Wijaya.

XL juga memastikan para karyawan terpenuhi hak-haknya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pun, XL juga menjamin, status karyawan tidak mengalami perubahan — akan tetap berstatus pegawai tetap — sedangkan untuk pegawai kontrak/outsource diharapkan terjadi perubahan status kepegawaian menjadi lebih baik.

Selain itu, XL menjanjikan untuk memberikan penghargaan masa kerja kepada karyawan sesuai dengan peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Dimana biaya penghargaan masa kerja ini sebagian besar di cadangan Perseroan di Q3 2011 dan akan dibayarkan pada waktunya menggunakan dana internal.

Huawei nantinya akan mengelola pengoperasian layanan jaringan bergerak 2G/3G XL termasuk Network Operations Center (NOC), Field of Operations (FOP), Network Performance Management (NPM) dan Spare Parts Management Service yang dimiliki oleh XL.

jakarta – Sejumlah penggiat layanan internet dunia, seperti Google hingga Wikipedia, tengah kasak-kusuk lantaran keberadaan rancangan Undang-undang Anti Pembajakan Online yang kini tengah digodok di Amerika Serikat. Kedua aturan yang dimaksud adalah Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA).

Menurut advokat dari Sheyoputra Law Office, Donny A. Sheyoputra, kedua UU itu sejatinya sudah lama disiapkan. Hanya saja, baru ramai dibicarakan sekarang lantaran tengah dalam proses finalisasi. Toh, sejak proses awalnya yakni ketika masih disusun, yang menentang juga banyak.

“Intinya, itu adalah UU yang bertujuan untuk memperkecil peluang pembajakan terutama melalui sektor online atau internet. Masalahnya, sering kali pembajakan lewat internet kan gak disengaja terjadi. Itu membuat sebagian kalangan menentang. SOPA itu lebih ke arah internet piracy dan PIPA lebih sebagai kebijakan umum agar IP ditegakkan,” jelasnya.

Dilansir Venture Beat, SOPA dijabarkan nantinya memperbolehkan pemerintah AS dan perusahaan pemegang hak cipta untuk menargetkan situs asing alias dari luar AS yang dianggap melakukan pelanggaran, pembajakan atau pemalsuan kekayaan intelektual.

Contohnya, jika ada website yang dituding memiliki konten ilegal yang melanggar hak cipta (termasuk di antaranya lagu, gambar, video klip, dan lainnya), maka situs tersebut dapat diblokir oleh ISP di AS, tak dicantumkan dari mesin pencarian, dan bahkan dihadang untuk menjalankan bisnis online dengan penyedia jasa pembayaran seperti PayPal.

Tak pelak, melihat berbagai kemungkinan yang bisa dilakukannya, banyak pihak yang mengkhawatirkan implementasi dari UU ini. Sebab secara drastis akan mengubah cara internet beroperasi.

“Kalau terang-terangan jual produk bajakan, jelas cocok dipidana dengan itu. Tapi kalau diterapkan mentah-mentah, maka yang tidak sengaja melanggar pun bisa kena. Misalnya membuat tulisan tetapi lupa menulis sumber kutipannya. Itu bisa menakutkan sehingga Wikipedia termasuk yang protes,” imbuh Donny.

“Jadi yang dianggap berbahaya adalah peluang terjadinya penyalahgunaan UU itu terhadap mereka yang sebenarnya tidak sadar melakukan pelanggaran hak cipta karena tidak tahu,” lanjutnya.

Ditarik ke Indonesia

Lalu bagaimana dampaknya ke Indonesia? Menurut mantan Kepala Business Software Alliance (BSA) Indonesia ini, imbasnya kemungkinan cuma dirasakan secara tidak langsung. “Misalnya kalau Wikipedia tutup di sana (AS-red.), berarti kita di sini (Indonesia-red.) tidak bisa mengaksesnya kan?” papar Donny.

Ulah dari pemasang iklan yang menawarkan produk atau materi bajakan juga bisa menyeret pemilik situs. Dimana akhirnya penyedia space (pemilik situs) bisa ikut-ikutan dituduh membantu promosi iklan barang bajakan.

Nah, ini yang tidak adil. Padahal internet adalah dunia maya yang maju sangat pesat, sulit dibendung. Tetapi UU ini memudahkan orang jadi kesandung masalah hukum karena terlalu luas cakupannya,” Donny menjelaskan.

Sementara penggiat internet di Indonesia dinilai belum tentu bisa dipidana karena mereka berdomisili di Indonesia. Tetapi kalau mereka di AS dan melakukan pelanggaran hukum di sana, maka UU ini bisa menjerat mereka.

“Kalau ditinjau dari perbedaan sistem hukum kita dan AS, maka sebenarnya kita tidak terlalu terpengaruh dengan UU itu karena berlakunya lebih ke arah AS. Tetapi karena internet tidak ada batasnya, ini menjadi problem tersendiri,” pungkasnya.

Perdebatan soal SOPA dan PIPA sendiri di AS sana mengerucut pada dua kubu. Yakni para pendukung aturan ini yang datang dari kalangan industri hiburan dan Chamber Commerce AS. Mereka beragumen, pembajakan telah mengusik bisnis mereka sehingga perlu adanya UU semacam ini.

Sementara di sisi berlawanan ada penggiat layanan internet. Mulai dari Google, Wikipedia, WordPress, hingga Twitter yang dengan lantang menentang.

Ardhi Suryadhi – detikinet

New York – Aksi menentang pengesahan Undang-undang Anti Pembajakan yang tengah digodok Amerika Serikat (AS) terus berdatangan. Yang terbaru adalah penyedia layanan blog, WordPress, yang menggelar aksi blackout dengan mengubah halaman depan situsnya.

Ya, sama seperti situs lainnya, dua UU yang tengah disorot adalah Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA).

Aksi yang dilakukan WordPress adalah aksi kesekian setelah sebelumnya diketahui situs ensiklopedi Wikipedia turut ‘mematikan’ sementara layanannya.

SOPA maupun PIPA, secara umum, nantinya akan memberikan hak kepada pemerintah AS untuk menyensor situs asing secara sepihak. Pun juga untuk menindaklanjuti aksi pembajakan, SOPA juga memberikan pemegang hak cipta, hak melakukan upaya hukum melawan pemilik sebuah website dan operator jika ada kontennya yang melanggar hak cipta.

Beruntung sampai sejauh ini, situs besar yang bereaksi keras diketahui baru Wikipedia dan WordPress. Situs lainnya yakni Google, Facebook, Twitter dan Tumblr dilaporkan tidak ikut-ikutan melumpuhkan layanannya meski mereka juga tidak setuju UU itu.

Bahkan, dalam tweetnya CEO Twitter, Dick Costolo menyebut mogok yang dilakukan Wikipedia adalah aksi yang konyol, demikian dikutip detikINET dari Guardian, Rabu (18/1/2012).

 

Santi Dwi Jayanti – detikinet

Cewek Maniak Komputer

Bila seorang cewek maniak akan Komputer, maka akan terlihat dengan beberapa pernyataanya seperti berikut:

Cowok: “Hai cantik, mau jalan ga?”
Cewek: “Apache???” (Apa Sih)

Cowok: “Hadiah ultah nanti kamu minta apa?”
Cewek: “PHP.” (HP)

Cowok: “Say, bangun tidur ngapain? pasti buka HP liat SMS dariku ya?”
Cewek: “Gak…buka windows.”

Cowok: “Kalung yang kuberi kemaren gimana?”
Cewek: “Unix.”

Cowok: “Entar malem jalan kemana?”
Cewek: “In new window.”

Cowok: “Gimana sih cara ngerayu kamu?”
Cewek: “Gunakan keyword dan meta tag.”

Cowok: “Bahasa Inggrisnya ‘keluar’, apa?”
Cewek: “Escape.”

Cowok: “Kepala gue pusing nih say, diapain yah?”
Cewek: “Format ajah.”

Cowok: “Anak muda sekarang pinter-pinter ya, kecil-kecil dah maen internet.”
Cewek: “Makanya otak lo di-upgrade sana!”

Cowok: “Kok alamatmu susah banget sih, masa pake…”
Cewek: “URL.”

Cowok: “Bahasa Inggrisnya ‘diam’, apa?”
Cewek: “Shutdown.”

Cowok: “Rossi kemaren menang karena hujan deras, beruntung sekali yah…”
Cewek: “Harusnya pertandingan itu di-restart ajah.”

Cowok: “Kemaren makan apa?”
Cewek: “Mouse.”

Cowok: “Say, boleh ga gue punya pacar lagi?”
Cewek: “Boleh, siap-siap aja gue disconnect!”

Sent by: e-ketawa

Paijo karo Tukinem bede-bedean,

Paijo : “Nem, kewan opo sing endase koyo ulo, sikile koyo sikile gajah, awake koyo awae ayam tangane koyo tangane bajul?”
Tukinem : “Kewan opo yo…..kewan …gak eroh wis nyerah…”
Paijo : “Yo gak ono kewan koyo ngono iku nem, ngono kok dipikirno”
Tukinem : “Wah, raimu cak…cak”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.