Multipolar – Rindu Gawean Ini


ini merupakan perusahaan yang sempat bekerja sama dengan perusahaan lama gua. tp ini perusahaan yg paling seru, bagi yg pernah nyusup tentunya… ^_^

berikut ulasan terbarunya. menurut gua sih tambah keren dan fokus… XD

Multipolar Garap Bisnis Cloud Computing

Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Penyedia sistem integrator TI Multipolar Technology menggandeng dua perusahaan Ramco Systems dan Qumu untuk menyediakan layanan cloud computing dengan platform software as a Services (SaaS) di Indonesia.”Melalui kolaborasi Multipolar, Ramco dan Qumu, perusahaan klien Multipolar yang mengadopsi cloud model SaaS ini dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambahnya,” kata Presiden Direktur Multipolar Technology, Harijono Suwarno, di acara Multipolar Solutions Day 2012, Shangrila Hotel, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Ramco Systems adalah perusahaan piranti lunak berbasis di India berfokus pada platform cloud enterprise seperti Enterprise Resources Planning (ERP), Human Capital Management (HCM) dan Enterprise Asset Management (EAM).

Sedangkan Qumu perusahaan asal California, Amerika Serikat, fokus pada penyediaan solusi lengkap Enterprise Webcasting dan Video Management.

Menurut Harijono, Multipolar terus meningkatkan kinerja di seluruh lini bisnisnya dengan dukungan teknologi, namun investasi TI seringkali menjadi kendala, sehingga diperlukan pendekatan baru untuk mengatasi hal tersebut.

Harijono menjelaskan, saat ini terdapat sebanyak 400-500 perusahaan yang menjadi klien Multipolar yang bergerak di sektor perbankan, telekomunikasi, manufaktur, pemerintahan, dan usaha kecil menengah (UKM).

“Kami berharap paling tidak 20-30 persen dari klien kami itu segera mengadopsi dua layanan Ramco dan Qumu, karena keduanya merupakan perusahaan berbasis cloud,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Multipolar Technology Jip Ivan mengatakan sudah menjadi komitmen perusahaan terus menghadirkan solusi yang bernilai tambah bagi pelanggan kami.Ramco ERP on Cloud membantu pelanggan mengotomatisasikan dan mengintegrasikan seluruh fungsi dan proses bisnisnya tanpa perlu melakukan investasi pada piranti keras, lisensi, pelatihan atau staf TI tambahan.

Solusi ini mudah digunakan, namun memiliki fitur yang lengkap, fleksibel dan dapat dikembangkan. Pelanggan bisa memilih untuk berlangganan paket ERP lengkap atau hanya modul-modul yang dibutuhkan saja, baik di cloud lokal atau cloud private di data centernya sendiri.

CEO Ramco Systems, Virender Aggarwai mengatakan, setelah sukses membuktikan layanan cloud di India, dan memasuki pasar global, saat ini siap menawarkan solusi di pasar Indonesia.

“Indonesia adalah pasar yang sudah siap dan mempunyai potensi besar di kawasan Asia Pasifik. Multipolar adalah pemain yang sudah dikenal luas di Indonesia, sehingga merupakan momentum yang tepat untuk mengembangkan pasar di sini,” kata Virender.

Solusi Qumu yang berbasis cloud memungkinkan pelanggan memiliki solusi video dengan cara yang lebih mudah, aman dan hemat biaya, serta tidak membutuhkan tim TI untuk pengelolaan perangkatnya.

Solusi ini dapat dimanfaatkan untuk pelatihan-pelatihan secara virtual sehingga menghemat biaya perjalanan, dan mudah diakses melalui PC, laptop, layar digital, smartphone dan tablet.

“Perkembangan video bisnis untuk perusahaan yang sejalan dengan pertumbuhan solusi berbasis mobile dan cloud menyediakan kesempatan besar bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan komunikasi korporasi mereka dengan solusi yang aman dan hemat biaya,” kata Vice President Qumu Asia Pacific, Mark Weaser.

Multipolar Target Rp 1,3 Triliun dari Bisnis TI

Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Sebagai perusahaan penyedia layanan TI dan sistem integrator PT Multipolar Technology berani pasang target tinggi. Anak usaha Lippo Group itu menargetkan pendapatan di akhri 2012 nanti mencapai USD 138 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun, naik 20% dibanding tahun sebelumnya USD 115 juta.”Kami optimistis target pendapatan sebesar USD 138 juta akan tercapai sejalan dengan semakin berkembangnya modul dan layanan yang ditawarkan perusahaan,” kata Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Menurut Harijono, peningkatan pendapatan tahun 2012 diharapkan bisa berlanjut pada 2013 dilatarbelakangi membaiknya iklim investasi di Tanah Air.

“Iklim investasi seperti yang terungkap dari data pemerintah sedang bagus-bagusnya, tercermin dari nilai investasi asing langsung yang terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Dengan peningkatan investasi asing tersebut lanjut Harjono, setidaknya akan menambah daftar perusahaan yang akan masuk ke Tanah Air yang akhirnya mendorong peningkatan kebutuhan teknologi informasi di dalam negeri.

Ia menambahkan, saat ini jumlah klien Multipolar berkisar 500 perusahaan, di mana sebanyak 75-80 persen bergerak pada jasa perbankan, 10-15 persen jasa telekomunikasi, sedangkan sisanya sekitar 10 persen perusahaan manufaktur, pemerintah dan UKM.

Pada jasa perbankan, Multipolar memberikan layanan infrastruktur piranti keras, jasa profesional meliputi modul produktivitas bisnis, manajemen informasi, entreprise risk manajemen (ERM), hingga solusi piranti lunak.

Multipolar membantu bisnis dalam berbagai aktivitas IT antara lain mengimplementasikan core banking dan layanan elektronik di perbankan, mendukung solusi komunikasi seluler bagi operator telekomunikasi.Juga menerapkan layanan informasi kesehatan bagi rumah sakit, solusi e-learning, jasa konsultasi instansi pemerintah dalam menerapkan e-government.

Selain itu, mengimplementasikan solusi bisnis untuk perusahaan sektor manufaktur, peritel, pengembang properti, serta pada entreprise architectur-based IT master plan di berbagai sektor lainnya.

“Kami memiliki infrastruktur, network, dan piranti lunak dan piranti keras yang dapat diaplikasikan tidak saja pada sektor perbankan, tetapi juga manufaktur maupun bagi government,” katanya.

Salah satu layanan yang terbaru disediakan Multipolar adalah cloud computing berbasis platform Software as a Services (SaaS) dengan menggandeng dua perusahaan, Ramco dan Qumu.

Ramco Systems adalah perusahaan piranti lunak berbasis di India berfokus pada platform cloud enterprise seperti Enterprise Resources Planning (ERP), Human Capital Management (HCM) dan Enterprise Asset Management (EAM).

Sedangkan Qumu perusahaan asal California, Amerika Serikat, fokus pada penyediaan solusi lengkap Enterprise Webcasting dan Video Management.

Menurut Harijono, target awal pengguna layanan cloud computing hasil kolaborasi Multipolar, Ramco dan Qumu ini adalah perusahaan eksisting yang menjadi klien Multipolar.

“Dari sekitar 500 klien kami saat ini, diharapkan sekitar 20 persen akan mengadopsi cloud computing Multipolar,” ujarnya.

Multipolar Fokus Garap TI di 4 Sektor Industri

Achmad Rouzni Noor II – detikinet
PT Multipolar Technology menandai transformasi perusahaannya menjadi penyedia layanan teknologi informasi (TI) dengan fokus menggarap empat sektor industri, yakni sektor keuangan, telekomunikasi, pemerintahan, dan layanan kesehatan.Dalam upayanya menggarap keempat sektor industri tersebut, anak perusahaan Lippo ini menggandeng sejumlah mitra global seperti IBM, Cisco, HCL, Vision Solutions, NCR, Symantec, VMware, Infosys, Oracle dan Acer.

“Teknologi saat ini bukan lagi sekedar pelengkap, namun lebih dari itu teknologi justru mempermudah pekerjaan kita,” kata Harijono Suwarno, Managing Director Multipolar Technology dalam rilis Multipolar Solutions Day 2010 yang diterima detikINET, Jumat (30/7/2010).

Menurut Harijono, transformasi Multipolar menjadi penyedia solusi TI lengkap didorong oleh dinamika di industri dan kebutuhan pelanggan yang mencari benefit dari implementasi TI. Selama beberapa tahun terakhir, peran TI semakin penting bagi bisnis, dari sekedar fungsi pendukung menjadi fungsi strategis yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif.

Tolok ukur sukses TI, lanjut dia, kini dinilai dari indikator-indikator bisnis seperti return-on-investment (ROI), return-on-asset (ROA) dan time-to-market, menandakan semakin pentingnya menyelaraskan TI dengan bisnis.

Cara pandang bisnis terhadap TI pun berubah, banyak perusahaan mulai menerapkan tata kelola IT yang baik sebagai bagian dari corporate governance, dan didorong regulasi seperti Basel II di sektor perbankan secara luas, IT governance mencakup juga IT management dan IT control.

TI kini juga mulai dilihat dalam perspektif sebagai sebuah layanan, atau IT-as-a-Service (ITaaS). Pada dasarnya, ITaaS adalah layanan alih daya yang lebih luas. ITaas tidak hanya mencakup pemeliharaan aset TI (server, peranti jaringan dan PC) tetapi juga manajemen sumber daya TI.

“Dengan TI sebagai layanan, klien perusahaan bisa fokus pada bisnis intinya,” tandas Harijono.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: